← Blog
Artikel Kami · Personal Finance

10 Biaya yang Baru Muncul Justru Setelah Kamu Pensiun

Kebanyakan orang membayangkan pensiun seperti ini: berhenti kerja, pengeluaran otomatis ikut turun. Kelihatannya masuk akal. Tapi ada satu hal yang otak kita gampang lakukan, dan justru menyesatkan: kita mudah membayangkan gaji yang berhenti, tapi sulit membayangkan biaya yang justru baru muncul setelah pensiun.

Dalam psikologi keputusan, ini namanya present bias. Otak kita dirancang untuk memprioritaskan yang terlihat sekarang, dan menganggap remeh yang jauh di depan. Akibatnya, banyak orang menyiapkan dana pensiun dengan asumsi yang terlalu optimis.

Ini 10 biaya yang sering baru terasa justru setelah kamu berhenti kerja:

  1. Biaya kesehatan harian yang terus naik. Di usia 55+, kunjungan dokter spesialis, lab rutin, dan obat harian (hipertensi, kolesterol, diabetes) jadi rutinitas. Untuk pasangan, ini saja bisa 4 sampai 10 juta per bulan, dan angkanya naik 12-14% setiap tahun.

  2. Premi asuransi kesehatan yang makin mahal. Makin tua, makin tinggi preminya. Pasangan usia 55+ di tier menengah bisa kena 50 sampai 100 juta per tahun. Dan ini tidak bisa dihindari dengan pindah kota, karena harganya nasional.

  3. Bantuan harian saat makin sepuh. Ada masa di mana kamu butuh ART tambahan atau perawat. Itu pos baru yang dulu tidak ada.

  4. Renovasi rumah agar ramah lansia. Rumah yang dulu nyaman perlu penyesuaian: kamar di lantai bawah, pegangan, lantai anti-licin.

  5. Anak yang belum benar-benar mandiri. Kuliah yang molor, anak yang baru mulai kerja, atau cucu yang lahir. Semua sering diam-diam kembali ke kamu.

  6. Waktu luang yang berubah jadi pengeluaran. Waktu kerja, kamu tidak sempat. Waktu pensiun, kamu punya waktu untuk hobi, jalan-jalan, dan kumpul. Itu bagus, tapi ada harganya.

  7. Inflasi yang tetap jalan meski income berhenti. Harga naik tiap tahun, tapi gaji kamu sudah berhenti. Uang yang sama membeli lebih sedikit setiap tahunnya.

  8. Pajak dan perawatan aset. Rumah dan kendaraan tetap butuh biaya, walaupun sudah tidak produktif.

  9. Momen keluarga besar. Nikahan anak, kelahiran cucu, hajatan keluarga. Jarang masuk hitungan, tapi nyata.

  10. Umur panjang itu sendiri. Ini yang paling jarang disadari: makin panjang umur, makin banyak tahun yang harus dibiayai. Berkah, tapi juga tagihan.

Kalau semua ditotal, pasangan pensiun kelas menengah di Jakarta biasanya butuh sekitar 25 sampai 35 juta per bulan, dan itu belum menghitung lonjakan biaya kesehatan di tahun-tahun terakhir.

Begitu melihat angka ini, pertanyaan yang wajar muncul: "Kan saya sudah punya BPJS dan dana pensiun kantor?"

Itu pertanyaan yang bagus. Dan jawabannya bukan ya atau tidak, tapi angka. Di tulisan berikutnya, kita hitung: BPJS dan dana pensiun kantor sebenarnya menutup berapa persen dari kebutuhan itu, dan berapa gap yang harus kamu siapkan sendiri.

[Bridge ke HARD: BPJS dan Dana Pensiun Kantor: Cukup Ga Buat Pensiun Kamu? Cek Gap-nya]

Konsultasi Asuransi

Ingin membahas situasimu lebih lanjut?

Pelajari lebih dulu cara Konsultasi Asuransi berjalan. First Call adalah langkah awal untuk mendengar situasimu dan melihat apakah layanan ini relevan sebelum masuk ke sesi berikutnya.
Pelajari Konsultasi Asuransi