Coba tanya diri kamu satu hal, jujur: kalau harus nyebutin satu angka sekarang, berapa uang yang menurut kamu cukup buat pensiun nyaman?
Kebanyakan orang yang saya tanya jawabnya di kisaran "1 sampai 2 miliar, kayaknya aman." Angkanya terdengar besar. Bikin lega. Masalahnya, angka itu hampir selalu jauh di bawah yang sebenarnya dibutuhkan. Dan yang bikin bahaya bukan angkanya salah. Yang bikin bahaya adalah orang berhenti nyiapin karena ngerasa "1 miliar udah cukup, santai."
Mari kita bongkar pelan-pelan, pakai angka, bukan feeling.
Yang bikin angkanya meleset: kamu ngitung pakai harga hari ini
Ini kesalahan paling umum, dan paling manusiawi. Waktu kamu bayangin pensiun, otak kamu otomatis pakai harga sekarang.
Misal biaya hidup kamu hari ini Rp 15 juta sebulan. Kamu pikir, "ya berarti pas pensiun butuh segitu juga." Padahal kamu ga pensiun besok. Kamu pensiun 15, 20, 25 tahun lagi. Dan dalam rentang itu, harga ga diam.
Pakai asumsi inflasi 5% per tahun (angka yang wajar buat perencanaan jangka panjang di Indonesia, bukan angka headline bulanan yang lagi rendah), biaya hidup Rp 15 juta hari ini jadi sekitar Rp 31 juta sebulan dalam 15 tahun. Bukan karena gaya hidup kamu naik. Cuma karena harga yang sama, di masa depan, butuh lebih banyak rupiah.
Nah, sekarang kalikan. Rp 31 juta sebulan itu Rp 372 juta setahun. Dan pensiun bukan setahun dua tahun.
Masa pensiun itu jauh lebih panjang dari yang kamu kira
Ini bagian yang jarang dipikirin. Angka harapan hidup di Indonesia terus naik: sekitar 72,5 tahun (2024), dan diproyeksikan ke 76,6 tahun di 2050. Itu rata-rata. Kalau di keluarga kamu ada yang umur panjang, wajar buat merencanakan sampai 85 bahkan 90.
Artinya kalau kamu berhenti kerja di usia 55, kamu bukan lagi mikirin 10 tahun. Kamu mikirin 20 sampai 30 tahun tanpa gaji bulanan.
Coba tahan angkanya. Rp 372 juta setahun, dikali 20 tahun masa pensiun, itu di kisaran Rp 7,4 miliar. Dan itu belum masuk satu pos yang naiknya paling ganas.
Pos yang paling sering lupa dihitung: kesehatan
Inflasi umum 5% itu sudah bikin kaget. Tapi inflasi biaya kesehatan di kawasan ini jalan di 13 sampai 20% per tahun (Mercer). Jauh lebih cepat dari yang lain.
Dan justru di usia pensiun, pos kesehatan yang paling banyak kepakai. Jadi ada ironi: pengeluaran yang paling cepat naik, ketemu di fase hidup di mana kamu paling butuh, dan paling ga punya gaji buat nutupin. Ini yang bikin banyak orang yang tadinya "kayaknya cukup" akhirnya kehabisan di 10 tahun terakhir.
Kenapa otak kita gampang meremehkan ini
Bukan karena kamu males atau bodoh soal duit. Ini cara kerja otak manusia.
Ada yang namanya present bias: otak kita ngasih bobot jauh lebih besar ke kebutuhan hari ini daripada kebutuhan masa depan. "Diri kamu yang 55 tahun" itu terasa seperti orang lain, orang asing. Jadi wajar kalau uang lebih gampang dipakai buat yang sekarang kerasa, daripada disisihin buat sosok yang belum kamu kenal.
Sadar sama bias ini bukan berarti kamu harus menyalahkan diri. Justru sebaliknya. Begitu kamu tau otak kamu memang dirancang buat menunda, kamu bisa ngakalinnya: bikin sistemnya otomatis, dan mulai dari angka yang jujur, bukan angka yang bikin lega sesaat.
Jadi berapa yang "cukup"?
Jujur, ga ada satu angka ajaib yang berlaku buat semua orang. Angkanya tergantung tiga hal: biaya hidup kamu hari ini, berapa tahun lagi kamu pensiun, dan berapa lama kamu merencanakan masa pensiun.
Tapi polanya hampir selalu sama: angka sebenarnya biasanya 3 sampai 4 kali lebih besar dari tebakan pertama orang. Yang tadinya kamu kira 1,5 miliar, begitu dihitung beneran, sering nyampe di 5 sampai 7 miliar ke atas.
Kabar baiknya, angka besar ini bukan buat bikin kamu nyerah. Justru sebaliknya. Makin cepat kamu tau angka aslinya, makin ringan cicilan bulanannya, karena waktu dan bunga berbunga yang kerja buat kamu, bukan lawan kamu. Yang bikin berat itu bukan angkanya. Yang bikin berat itu telatnya.
Pertanyaan yang lebih berguna daripada "berapa yang cukup" adalah: angka kamu sendiri berapa, dan kamu udah di mana sekarang? Itu yang bisa kamu jawab dalam 2 menit.
Kalau kamu mau lihat angka kamu sendiri, saya bikin kalkulatornya. Isi biaya hidup bulanan kamu sekarang dan usia kamu, nanti langsung keluar berapa yang kamu butuhkan. Bukan angka umum, angka kamu. Cek di Kalkulator Dana Pensiun.
