← Blog
Artikel Kami · Personal Finance

Berapa yang Cukup Buat Pensiun Nyaman? Ini Cara Hitung Angka Kamu Sendiri

Ada dua orang, sebut saja Pak Andi dan Pak Budi. Umur sama, 40 tahun. Penghasilan mirip. Dua-duanya pengin pensiun nyaman di usia 55. Bedanya cuma satu: Pak Andi pernah duduk 15 menit menghitung angka pensiunnya. Pak Budi belum pernah.

Lima belas menit itu yang nanti bikin hidup mereka di usia 60 jauh berbeda. Karena kamu ga bisa nyiapin sesuatu yang angkanya kamu ga tau.

Jadi mari kita hitung. Ga pakai rumus ribet, cuma tiga langkah.

Langkah 1: mulai dari biaya hidup kamu hari ini

Bukan gaji, tapi pengeluaran. Berapa yang kamu habiskan sebulan buat hidup layak sekarang, termasuk makan, transport, tagihan, sesekali hiburan. Misal Rp 15 juta.

Langkah 2: naikin ke "harga masa depan"

Kamu ga pensiun sekarang. Kalau kamu 40 dan mau pensiun 55, itu 15 tahun lagi. Pakai inflasi 5% per tahun, biaya hidup Rp 15 juta hari ini jadi sekitar Rp 31 juta sebulan pas kamu pensiun. Sama gaya hidupnya, cuma harganya yang beda.

Langkah 3: kalikan dengan lama masa pensiun

Rp 31 juta sebulan itu sekitar Rp 372 juta setahun. Kalau kamu merencanakan masa pensiun 20 tahun (usia 55 ke 75), angkanya di kisaran Rp 7,4 miliar. Kalau merencanakan sampai lebih panjang, misal 85, angkanya lebih besar lagi.

Itu perkiraan kasar, sengaja saya bikin sederhana biar kamu langsung ngerasain skalanya. Angka yang lebih presisi butuh masukin asumsi hasil investasi dan penarikan bertahap, tapi polanya ga berubah: hampir selalu jauh lebih besar dari tebakan awal.

Bagian paling penting: telat itu mahal

Begitu tau angkanya, pertanyaan berikutnya "berarti nyisihin berapa sebulan." Di sini waktu jadi penentu.

Uang yang kamu sisihkan ga cuma numpuk, dia berbunga, dan bunganya berbunga lagi. Makin lama waktunya, makin besar kerja bunga berbunga, makin kecil beban dari kantong kamu.

Buat ngumpulin target yang sama, orang yang mulai di usia 30 cukup nyisihin porsi yang jauh lebih kecil tiap bulan dibanding yang baru mulai di usia 40. Bedanya bisa lebih dari dua kali lipat beban bulanannya. Bukan karena yang telat kurang disiplin, tapi karena dia kehilangan tahun-tahun paling berharga buat bunga berbunga bekerja.

Jadi menunda itu bukan pilihan netral. Menunda adalah pilihan paling mahal, cuma tagihannya baru kelihatan belakangan.

Yang bisa kamu lakukan hari ini

Kamu ga harus langsung punya semua jawaban. Yang kamu butuh cuma dua: tau angka kamu sendiri, dan mulai dari sesuatu, sekecil apapun.

Saya bikin kalkulatornya biar langkah pertama ini ga makan waktu. Isi biaya hidup bulanan dan usia kamu, nanti keluar angka kamu sendiri, bukan angka umum. Cek di Kalkulator Dana Pensiun.

Kalau kamu udah lihat angkanya dan pengin bantuan nyusun langkah nyata biar ga jadi beban buat anak nanti, itu justru obrolan yang paling berharga. Tapi mulai dari angkanya dulu.

Konsultasi Asuransi

Ingin membahas situasimu lebih lanjut?

Pelajari lebih dulu cara Konsultasi Asuransi berjalan. First Call adalah langkah awal untuk mendengar situasimu dan melihat apakah layanan ini relevan sebelum masuk ke sesi berikutnya.
Pelajari Konsultasi Asuransi