← Blog
Artikel Kami · Personal Finance

Kenapa Kita Selalu Ngira Hal Buruk Cuma Kejadian ke Orang Lain, Bukan ke Kita

Coba jujur. Waktu kamu dengar berita orang kena sakit kritis di usia muda, perusahaan tutup dan karyawannya kena PHK massal, atau kepala keluarga meninggal mendadak, apa reaksi pertama kamu? Kebanyakan dari kita diam-diam berpikir: "Kasihan ya. Untung bukan saya."

Reaksi itu manusiawi, tapi berbahaya. Otak kita punya kecenderungan untuk merasa hal buruk selalu terjadi ke orang lain, bukan ke kita. Kita menilai risiko pribadi kita lebih rendah dari kenyataannya. Inilah alasan kenapa banyak orang menunda menyiapkan dana darurat, menunda proteksi, dan menunda rencana pensiun. Bukan karena tidak mampu, tapi karena di kepala kita, "nanti-nanti saja, saya masih aman."

Ada dua hal yang memperkuat ini. Pertama, present bias, konsep yang dijelaskan ekonom David Laibson (1997): otak kita jauh lebih menghargai kenyamanan sekarang dibanding keamanan di masa depan. Menyiapkan proteksi hari ini terasa seperti pengorbanan, sementara risikonya terasa jauh dan abstrak. Kedua, kita cenderung menganggap diri kita pengecualian dari statistik.

Masalahnya, angka bicara lain. Data Bank Dunia menunjukkan sekitar setengah penduduk Indonesia berada di kelompok "aspiring middle class", yaitu golongan yang cuma butuh satu guncangan besar, satu sakit kritis, satu kehilangan penghasilan, untuk jatuh kembali ke bawah. Kita merasa berada di zona aman, padahal jaraknya ke zona bahaya sering cuma satu kejadian tak terduga.

Poin tulisan ini bukan untuk bikin kamu takut. Justru sebaliknya. Ketakutan bikin lumpuh, kesadaran bikin bergerak. Kamu tidak perlu paranoid, kamu cuma perlu berhenti menganggap diri kebal. Mulai dari yang paling dasar dan paling bisa kamu kontrol: dana darurat setara tiga sampai enam bulan pengeluaran. Itu bantalan pertama sebelum yang lain.

Hal buruk memang lebih sering terjadi ke orang lain, sampai suatu hari giliran kita. Orang yang siap bukan yang paling penakut, tapi yang paling jujur mengakui bahwa dirinya pun manusia biasa.

Konsultasi Asuransi

Ingin membahas situasimu lebih lanjut?

Pelajari lebih dulu cara Konsultasi Asuransi berjalan. First Call adalah langkah awal untuk mendengar situasimu dan melihat apakah layanan ini relevan sebelum masuk ke sesi berikutnya.
Pelajari Konsultasi Asuransi