Coba jawab satu pertanyaan, jujur, tanpa buka rekening dulu: kalau bulan depan penghasilan kamu berhenti total, keluarga kamu bisa bertahan berapa bulan dengan gaya hidup yang sekarang?
Bukan "berapa saldo tabungan." Tapi berapa bulan. Dua hal itu beda, dan jawabannya sering bikin orang diam sebentar.
Kita nyiapin diri buat naik, jarang buat berhenti
Semua rencana keuangan kita biasanya berasumsi income terus masuk, malah naik. Beli rumah dengan cicilan 15 tahun, itu taruhan bahwa gaji jalan 15 tahun. Rencana sekolah anak, sama. Otak kita optimis by default, dan itu bagus buat semangat, tapi bahaya kalau bikin kita lupa satu skenario: gimana kalau mesin pemasukannya mati.
Hitung "berapa bulan" kamu
Rumusnya sederhana. Ambil total dana yang bisa kamu cairkan cepat (tabungan, deposito, reksa dana pasar uang), bagi dengan pengeluaran bulanan kamu. Hasilnya jumlah bulan kamu bisa jalan tanpa ada uang masuk.
Misal pengeluaran keluarga Rp 20 juta sebulan, dana likuid Rp 60 juta. Berarti sekitar 3 bulan. Patokan umum dana darurat: 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan buat yang masih single, dan 6 sampai 12 kali buat yang sudah punya tanggungan. Coba cocokin sama angka kamu tadi. Kaget atau aman?
Ada dua jenis "gaji berhenti", dan cuma satu yang ketutup tabungan
Yang pertama sementara: kena PHK, sakit lalu sembuh, bisnis lagi seret. Ini yang ditutup sama dana darurat. Sifatnya pulih.
Yang kedua permanen: pencari nafkah utama meninggal atau cacat tetap sampai ga bisa lagi menghasilkan. Di sini dana darurat 6 bulan sama sekali ga cukup, karena yang hilang bukan 6 bulan income, tapi seluruh sisa tahun produktif. Dua risiko ini butuh lapisan yang beda, dan yang kedua ini justru yang paling sering ga disiapin karena paling ga enak dibayangin.
Ini bukan soal nakut-nakutin
Penghasilan kamu itu mesin yang menggerakkan semua rencana lain: cicilan, sekolah anak, dana pensiun, gaya hidup. Kalau mesin itu berhenti, semuanya ikut berhenti di saat yang sama. Menghitung "berapa bulan" bukan buat bikin kamu paranoid, tapi biar kamu tau persis di mana posisi kamu, dan lapisan mana yang masih bolong.
Kalau kamu pengin lihat berapa nilai proteksi yang sepadan dengan penghasilan kamu, saya bikin kalkulatornya. Cek di Kalkulator Kebutuhan Proteksi.
