Ada satu hal yang kelihatannya mustahil tapi sering kejadian: kamu nabung rajin bertahun-tahun, saldo di rekening naik terus, tapi target pensiun kamu malah kerasa makin jauh, bukan makin dekat.
Kok bisa? Jawabannya satu kata yang sering diremehin: inflasi. Tapi bukan inflasi yang kamu baca di berita.
Angka di tabungan naik, tapi "nilainya" diam-diam turun
Tabungan biasa di bank besar kasih bunga sekitar 0,5 sampai 1% setahun. Deposito lebih tinggi, 4 sampai 5%. Kelihatan aman, kelihatan tumbuh.
Tapi coba tempelin ke inflasi. Kalau inflasi jalan di 5% per tahun buat kebutuhan jangka panjang, uang yang cuma tumbuh 1% di tabungan itu sebenarnya kehilangan sekitar 4% daya beli tiap tahun. Deposito 5% pun, setelah dipotong pajak dan inflasi, sisa real-nya tinggal tipis, kadang malah nol.
Artinya: saldo kamu naik dalam angka, tapi "berapa yang bisa dibeli sama uang itu" pelan-pelan turun. Ini bukan opini, ini matematika.
Yang bikin lebih ngeri: inflasi itu ga rata
Inflasi umum yang kamu dengar (headline bulanan kadang cuma 2-3%) itu rata-rata dari banyak barang. Tapi pos yang paling kamu butuhin pas pensiun justru yang naiknya paling ngebut.
Biaya kesehatan di kawasan ini naik 13 sampai 20% per tahun (Mercer). Padahal justru di usia pensiun, pos kesehatan yang paling banyak kepakai. Jadi target dana kamu bukan cuma diam, dia lari makin cepat ke arah pengeluaran yang paling ga bisa kamu hindarin.
Kenapa ini nipu perasaan kita
Ini bukan soal kamu males. Ini cara otak kerja, namanya mental accounting: kita ngukur "kemajuan" dari angka yang naik di rekening, bukan dari daya beli. Saldo naik terasa seperti lagi maju. Padahal yang penting bukan angkanya, tapi seberapa banyak yang bisa dibeli sama angka itu nanti.
Ini yang bikin banyak orang ngerasa "gue udah nabung kok" tapi pas dihitung beneran, masih jauh. Bukan karena ga usaha, tapi karena nabung di tempat yang kalah sama inflasi.
Bukan berarti nabung itu salah
Uang buat darurat dan pengeluaran dekat memang seharusnya di tempat aman dan likuid, walaupun kalah tipis sama inflasi. Fungsinya beda.
Tapi uang buat tujuan 15 sampai 20 tahun ke depan, kayak pensiun, kalau ditaruh di tempat yang tumbuhnya 1%, itu yang bikin kamu lari di tempat. Yang tumbuhnya bisa ngejar atau ngelewatin inflasi (misalnya reksa dana campuran, historis di kisaran 8% per tahun) yang bikin selisihnya kekejar seiring waktu.
Intinya bukan "pindahin semua ke investasi." Intinya: pos jangka panjang jangan disimpen di tempat yang dijamin kalah sama inflasi.
Jadi, target kamu sebenarnya berapa?
Pertanyaan yang lebih berguna daripada "udah nabung berapa" adalah "target kamu setelah dihitung inflasi itu berapa, dan setoran kamu sekarang udah ngejar atau belum."
Kalau kamu mau lihat angka kamu sendiri, saya bikin kalkulatornya. Isi biaya hidup bulanan dan usia kamu, nanti keluar berapa yang sebenarnya kamu butuhkan. Cek di Kalkulator Dana Pensiun.
