Ada dilema yang jarang diakui orang tua yang secara finansial sudah mapan: bagaimana membesarkan anak yang tidak pernah kekurangan, tanpa membuatnya tumbuh manja dan tidak menghargai uang. Anak melihat rumah yang nyaman, liburan rutin, dan semua kebutuhan selalu tersedia. Lalu bagaimana dia belajar bahwa uang itu ada batasnya dan harus dikelola?
Untuk menjawab ini, kita perlu paham dulu dari mana sikap seseorang terhadap uang berasal. Penelitian Brad Klontz dan tim (2011) menunjukkan bahwa keyakinan kita soal uang, yang dia sebut money scripts, terbentuk sejak kecil, jauh sebelum kita mengerti ekonomi. Cara orang tua bicara dan bersikap soal uang di depan anak, itulah yang diam-diam menjadi program bawah sadar si anak sampai dewasa. Artinya, kamu sedang mengajari anak soal uang setiap hari, entah sengaja atau tidak.
Salah satu jebakan di keluarga mampu adalah money status, keyakinan bahwa nilai diri diukur dari apa yang dimiliki dan dipamerkan. Di lingkungan tertentu, tekanan ini nyata: merek, gadget, sekolah, semua jadi ajang. Kalau anak tumbuh dengan menyerap ini, dia akan mengejar validasi lewat kepemilikan, bukan lewat kemampuan.
Beberapa hal yang bisa membantu. Pertama, pisahkan "mampu membeli" dari "perlu membeli". Anak boleh tahu keluarganya mampu, tapi juga perlu melihat orang tuanya memilih untuk tidak membeli sesuatu walaupun sanggup. Keteladanan menahan diri lebih kuat dari ceramah. Kedua, beri anak uang dalam jumlah terbatas dan biarkan dia membuat keputusan sendiri, termasuk salah. Rasa "uangnya habis dan harus menunggu" adalah pelajaran yang tidak bisa digantikan kata-kata. Ketiga, hubungkan uang dengan pilihan, bukan dengan jumlah tak terbatas. Kalau ambil yang ini, berarti tidak ambil yang itu. Konsep memilih dan mengorbankan inilah inti literasi keuangan.
Anak dari keluarga mampu tidak dirugikan oleh kemampuan orang tuanya. Yang merugikan adalah kalau dia tumbuh tanpa pernah merasakan batas. Warisan paling berharga bukan saldo yang kamu tinggalkan, tapi cara berpikir soal uang yang kamu tanamkan sejak dia kecil.
