← Blog
Artikel Kami · Personal Finance

Rumah Tangga Kamu Butuh 1 Angka Tetap. Ini Cara Nentuinnya

Di tulisan sebelumnya saya bahas kenapa suami istri bisa punya cara pandang berbeda soal uang. Sekarang bagian yang lebih praktis, dan ini yang paling sering saya temui di keluarga pemilik usaha.

Istri minta, suami kasih. Berulang, bertahun tahun, tanpa pernah jadi sistem.

Kelihatannya tidak ada masalah

Uangnya ada. Suami tidak pernah menolak. Istri tidak pernah kekurangan.

Belanja mingguan di Ranch Market delapan juta. Perawatan lima juta sebulan. Arisan, sekolah anak, keperluan rumah. Semuanya jalan.

Tapi kalau ditanya total pengeluaran rumah tangga sebulan berapa, biasanya tidak ada yang bisa jawab. Suami tahu kira kira, istri tahu sebagian, dan tidak ada satu angka yang dipegang berdua.

Tiga akibat yang muncul belakangan

Pertama, tidak ada yang tahu angka sebenarnya. Ini terdengar sepele sampai kamu butuh angkanya. Menghitung kebutuhan proteksi, menyiapkan dana pendidikan, atau menilai apakah bisnis sudah cukup menopang keluarga, semuanya butuh satu angka yang sama: berapa biaya hidup keluarga ini sebulan.

Kalau angka itu tidak ada, semua perhitungan lain jadi tebakan.

Kedua, istri jadi peminta, bukan pengelola. Ini yang jarang diucapkan. Meminta setiap kali, sekecil apa pun jumlahnya, menempatkan orang di posisi yang tidak setara.

Dan ini bukan soal jumlah. Saya pernah bicara dengan istri yang belanjanya puluhan juta sebulan tapi tetap merasa tidak punya kendali apa apa, karena semuanya harus lewat suami.

Ketiga, pengeluaran naik pelan pelan tanpa terdeteksi. Kalau tidak pernah dicatat sebagai satu angka, kenaikan sepuluh juta sebulan bisa lewat begitu saja. Setahun itu seratus dua puluh juta.

Yang berubah kalau ada sistem

Sistemnya sederhana. Satu angka tetap untuk kebutuhan rumah tangga, masuk ke satu rekening, di tanggal yang sama tiap bulan.

Dari situ istri yang mengelola, tanpa perlu meminta lagi. Dan dua duanya tahu angkanya.

Tiga hal yang berubah:

Ada angka yang bisa dipakai. Begitu kamu tahu biaya hidup keluarga sebulan, semua perhitungan lain jadi mungkin. Sebelum itu, semuanya kira kira.

Kenaikan jadi kelihatan. Kalau angka tetapnya mulai tidak cukup, itu sinyal yang jelas, bukan sesuatu yang baru ketahuan setahun kemudian.

Posisinya jadi setara. Istri mengelola anggaran, bukan meminta izin. Bedanya kelihatan kecil di atas kertas. Di dalam rumah, bedanya besar.

Kenapa ini lebih penting buat pemilik usaha

Penghasilan pemilik usaha tidak rata. Bulan bagus bisa seratus lima puluh juta, bulan sepi tiga puluh juta.

Tapi pengeluaran rumah tangga tidak ikut naik turun. Sekolah anak tetap, cicilan tetap, gaji asisten tetap.

Kalau tidak ada angka tetap yang dipisahkan lebih dulu, yang terjadi biasanya begini: bulan bagus kepakai semua, bulan sepi ambil dari kas usaha. Lama lama batas antara duit usaha dan duit keluarga hilang sama sekali.

Menetapkan satu angka tetap untuk rumah tangga bukan soal membatasi istri. Itu soal melindungi bisnisnya dari rumah tangga, dan sebaliknya.

Yang paling sering gagal

Semua ini cuma jalan kalau kalian bisa duduk membahasnya tanpa berakhir ribut.

Dan itu justru bagian yang paling sering gagal. Itu yang saya bahas berikutnya.


Tulisan berikutnya di rangkaian ini: Money Date: Struktur Dua Jam yang Bikin Tidak Ribut

Konsultasi Asuransi

Ingin membahas situasimu lebih lanjut?

Pelajari lebih dulu cara Konsultasi Asuransi berjalan. First Call adalah langkah awal untuk mendengar situasimu dan melihat apakah layanan ini relevan sebelum masuk ke sesi berikutnya.
Pelajari Konsultasi Asuransi