Ada kabar baik yang jarang kita anggap sebagai "masalah": orang Indonesia hidup makin panjang. Angka harapan hidup naik dari sekitar 72,5 tahun (2024) menuju 76,6 tahun di 2050. Itu berkah. Tapi berkah ini punya tagihan yang jarang dihitung.
Pensiun kamu bukan 10 tahun. Bisa 30 tahun.
Kebanyakan orang, kalau ditanya "pensiun berapa lama," bayangannya pendek. Padahal kalau kamu berhenti kerja di usia 55, dan realistis hidup sampai 80-an, itu 25 sampai 30 tahun tanpa gaji bulanan.
Bandingin sama masa kerja. Kalau kamu kerja dari 25 sampai 55, itu 30 tahun. Artinya kamu perlu ngumpulin cukup dalam 30 tahun kerja, buat mbiayain 25-30 tahun ga kerja. Hampir satu banding satu. Itu berat, dan itu kenapa pensiun ga bisa disiapin dalam 5 tahun terakhir.
"Rata-rata" itu jebakan
Angka harapan hidup 76 itu rata-rata. Setengah orang hidup lebih lama dari itu. Kalau di keluarga kamu ada kakek nenek yang umurnya 85 atau 90, kemungkinan besar kamu juga. Dan perempuan rata-rata hidup 5 sampai 7 tahun lebih panjang dari laki-laki.
Di sinilah risikonya. Kalau kamu nyiapin dana buat "sampai 75" tapi ternyata hidup sampai 88, ada 13 tahun terakhir yang ga ada sumbernya. Dan 13 tahun itu justru fase di mana biaya kesehatan paling tinggi.
Ini kenapa kita gampang salah hitung
Otak kita jelek dalam membayangkan diri sendiri jauh di masa depan. "Diri kamu yang 85 tahun" terasa seperti orang lain. Jadi wajar kalau kita ga tergerak menyiapkan untuk sosok yang belum kita kenal. Padahal sosok itu ya kamu, cuma versi tua.
Ada juga kecenderungan meremehkan umur sendiri, apalagi kalau sekarang badan masih sehat. Padahal justru karena sehat dan gaya hidup membaik, peluang umur panjang makin besar.
Umur panjang harusnya jadi alasan mulai lebih awal
Kalau kamu merencanakan sampai 85 atau 90, angka dana yang dibutuhin memang lebih besar. Tapi jangan dibalik jadi "wah kegedean, nyerah aja." Justru sebaliknya: makin panjang horizon, makin besar peran waktu dan bunga berbunga. Mulai dari sekarang bikin cicilannya jauh lebih ringan daripada mulai 10 tahun lagi.
Prinsipnya sederhana: lebih baik merencanakan sampai umur panjang dan ternyata surplus, daripada merencanakan pendek dan kehabisan di saat paling ga berdaya.
Mau lihat berapa yang kamu butuhin kalau merencanakan sampai masa pensiun yang panjang? Cek angka kamu sendiri di Kalkulator Dana Pensiun.
