Kamis, 5 November, OJK merilis data kredit perbankan per September 2026. Salah satu yang paling cepat tumbuh adalah paylater bank. Outstanding-nya Rp31,5 triliun, naik 26,68% dibanding setahun sebelumnya, dengan 34,5 juta rekening.
Per transaksi, paylater kelihatan kecil. Masalahnya baru kelihatan kalau semua cicilannya dijumlahin dan dibandingin sama gaji.
Angka dari OJK
| Paylater bank, September 2026 | Angka |
|---|---|
| Outstanding kredit | Rp31,5 triliun |
| Pertumbuhan setahun | 26,68% |
| Pertumbuhan sebulan | 0,27% |
| Jumlah rekening | 34,5 juta (Agustus: 34 juta) |
| Porsi dari total kredit bank | 0,34% |
Pertumbuhannya sedikit melambat dibanding Agustus yang 29,1%. Data ini dari SLIK OJK, dan baru menghitung paylater yang disalurkan bank.
Paylater dari perusahaan pembiayaan (multifinance) dihitung terpisah. Per Juli 2026 nilainya Rp13,62 triliun, tumbuh 54,65% dalam setahun.
Regulator sendiri pasang batas 40% dari penghasilan
Lewat PADK Nomor 2 Tahun 2026, OJK mengatur paylater di perusahaan pembiayaan. Paling lambat 1 Juli 2026, calon pengguna baru wajib berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah, dan berpenghasilan rata-rata minimal Rp3 juta sebulan.
Aturan itu juga membatasi total pembayaran paylater dibanding penghasilan: paling tinggi 40% pada 2027 dan 2028, lalu 30% mulai 2029. Pengguna juga ga boleh punya pembiayaan dari lebih dari 3 perusahaan pembiayaan sekaligus.
Artinya, regulator menganggap cicilan paylater di atas 40% gaji itu udah berbahaya. Dan batas itu belum menghitung cicilan lain kayak KPR, kendaraan, atau kartu kredit.
Kenapa cicilan kecil bisa jadi besar
Tiap cicilan paylater biasanya kecil, jadi jarang dihitung. Satu buat HP, satu buat tiket, satu buat belanja bulanan, dan semuanya jalan bareng.
Contoh hitungan (ilustrasi): tiga cicilan Rp400 ribu, Rp650 ribu, dan Rp900 ribu totalnya Rp1,95 juta sebulan. Kalau gaji kamu Rp6 juta, itu 32,5% dari gaji, sebelum KPR atau cicilan motor ikut dihitung.
Yang bisa kamu lakuin minggu ini
- Buka semua aplikasi paylater dan kartu kredit kamu. Jumlahin cicilan bulan ini jadi satu angka.
- Bagi angka itu dengan gaji bersih kamu. Kalau sudah mendekati 30%, berhenti nambah cicilan baru dulu sampai ada yang lunas.
- Cek juga sisa limit yang belum kepakai. Limit yang besar gampang bikin lupa bahwa itu utang yang nunggu dipakai.
Satu hal lagi. Cicilan itu tetap jalan walaupun penghasilan kamu berhenti sementara. Kalau tabungan kamu cuma cukup buat sebulan, cicilan kecil-kecil ini yang paling cepat jadi masalah.
Sumber
- Kontan, 5 November 2026: Paylater perbankan masih subur, tumbuh 26,68% yoy per September 2026
- Tirto: Utang paylater warga naik jadi Rp31,5 triliun di September 2026
- Infobanknews: Warga RI makin doyan pakai paylater bank
- Kontan, 15 September 2026: OJK: implementasi ketentuan analisis kelayakan calon debitur BNPL berjalan baik
- IDN Times: Kredit paylater tembus Rp31,5 triliun, OJK ungkap kondisinya
